KENAPA TIDAK BERAGAMA KRISTIAN?

Mengapa tak beragama Kristen saja

Allah swt dalam Al-Qur’an berfirman: “Hingga hari kiamat nanti, aku akan mengunggulkan pengikut-pengikutmu (wahai Isa as) atas orang-orang kafir.” (QS. Ali-Imran [3]:55)

Jika pengikut nabi Isa as hingga hari kiamat nanti adalah umat yang terbaik, lalu untuk apa kita memilih ajaran nabi Muhammad saw? Bukankah lebih baik kita memilih ajaran agama nabi Isa as supaya menjadi umat yang terbaik hingga hari kiamat?

Jawaban global:

Untuk pertanyaan berkenaan dengan ayat di atas, ada banyak jawaban dan berbagai pendapat, yang di antaranya adalah:

1. Yang dimaksud dengan umat nabi Isa as dalam ayat tersebut adalah umat Rasulullah saw; dengan tiga alasan berikut ini:

A. Karena dari segi masa, mereka adalah umat yang hidup setelah masa nabi Isa as.

B. Karena Rasulullah saw membenarkan ajaran nabi Isa as dan kitab sucinya, dan orang yang membenarkan seorang lainnya artinya mengikutinya.

C. Syariat Rasulullah saw dan syariat nabi-nabi lain dari segi tauhid adalah sama, oleh karenanya ajaran Rasulullah saw tak jauh beda dengan ajaran nabi-nabi lainnya, termasuk nabi Isa as.

2. Yang dimaksud dengan pengikut nabi Isa as adalah orang-orang yang mengikuti kebenaran, yang diridhai oleh Allah swt. Jadi, pengikut-pengikut kebenaran itu adalah pengikut nabi Isa as hingga datangnya Rasulullah saw, dan juga umat Islam yang mengikuti kebenaran nabi Muhammad saw.

3. Yang dimaksud dengan ayat di atas adalah bahwa kaun Nasrani lebih dimuliakan Allah swt daripada kaum Yahudi (tafsir ini lebih sesuai dengan penampilan ayat).

4. Yang dimaksud dengan pengikut-pengikut itu adalah umat Nasrani dan Musliin, dan ayat ini ingin menegaskan bahwa kaum Yahudi bakal menjadi kaum yang hina dan rendah hingga hari kiamat.

Adapun mengapa umat Islam bukanlah umat yang mengingkari nabi Isa as (bukan orang yang mengkafiri nabi Isa as), karena jelas-jelas umat Islam tidak mengingkarinya bahkan membenarkannya. Yang mengingkari nabi Isa as dan bahkan Rasulullah saw adalah kaum Yahudi.

Umat Islam mengakui nabi Isa as sebagai nabi besar utusan Allah dan termasuk Ulul Azmi pemilik syariat dan kitab suci. Jadi yang dimaksud dengan umat nabi Isa as lebih unggul dari orang-orang kafir, bukan berarti orang kafir itu adalah Muslimin, karena umat Islam sama sekali tidak mengingkari dan mengkafiri nabi Isa as.

Jawaban detil:

Terjemahan yang anda bawakan di atas adalah terjemahan yang kurang tepat dengan ayat Al-Qur’an yang anda maksud. Sebelum menjawab pertanyaan anda, mari kita bahas terjemahan ayat yang benar seperti apa.

Terjemahan ayat yang benar adalah:

“Dan orang-orang yang mengikutimu (wahai Isa as) hingga hari kiamat lebih unggul dari orang-orang yang telah kafir. Lalu kembalimu adalah kepada-Ku, dan Aku yang akan menghakimi atas perselisihan di antara kalian.”[1]

Untuk mendapatkan jawaban yang tepat untuk masalah di atas, beberapa hal harus dijelaskan.

Tentang ayat yang anda pertanyakan, banyak jawaban dan pendapat yang telah diutarakan, yang di antaranya adalah:

1. Maksud dari pengikut nabi Isa as adalah umat nabi Muhammad saw. Adapun mengapa umat Rasulullah saw disebut umat nabi Isa as, ada tiga alasan:

A. Karena dari segi waktu, mereka berada setelah umat nabi Isa as. Ketika dikatakan “seseorang mengikuti fulan” yakni ia datang setelah fulan.

B. Karena Rasulullah saw telah membenarkan nabi Isa as dan kitab sucinya, dan orang yang membenarkan orang lain disebut sebagai orang yang mengikutinya.

C. Selain itu, semua ajaran para nabi bersatu pada satu hal, yaitu tauhid. Oleh karena itu Rasulullah saw juga meyakini kebenaran ajaran nabi Isa as, yakni ia mengikutinya.[2]

2. Maksud dari “pengikut” dalam ayat di atas adalah mengikuti kebenaran, yakni para pengikut yang diridhai Tuhan saat itu. Jadi yang dimaksud pengikut nabi Isa as itu adalah orang-orang Nasrani yang tetap pada agamanya hingga sebelum kedatangan agama Islam. Selain itu yang dimaksud juga orang-orang Islam yang memeluk agamanya dengan erat. Karena memeluk Islam adalah memeluk dan mengikuti kebenaran, yang merupakan kelaziman dari mengikuti nabi Isa as.[3]

Menurut Allamah Thabathabai ini adalah pendapat sebagian ahli tafsir, dan beliau sendiri mengkritiknya.[4]

3. Yang dimaksud dengan ayat suci di atas adalah Allah swt akan memuliakan orang-orang Nasrani[5] terhadap orang Yahudi yang mengingkari nabi Isa as dan memusuhinya. Yakni adzab dan siksaan Allah swt akan diturunkan kepada kaum Yahudi dan siksa itu akan semakin berat.[6]

Berdasarakan penafsiran itu, yang mana lebih sesuai dengan penampilan ayat, ayat tersebut adalah sebuah mukjizat yang memberitakan kenyataan yang akan datang bahwa kaum Nasrani akan terus dimuliakan daripada kaum Yahudi yang mengingkari nabinya.

Kenyataan itu kita sadari saat ini juga. Kita melihat orang-orang Yahudi tanpa bergantung kepada orang-orang Kristen tidak akan mampu menjalani kehidupan sosial politiknya meski sehari pun.[7]

Berdsarkan pendapat ini, kaum Nasrani adalah kaum yang lebih tinggi dari umat Yahudi di mana-mana. Kekuasaan diambil dari umat Yahudi dan beralih ke tangan kaum Nasrani (di Eropa dan Roma) dan mereka lebih mulia dari kaum Yahudi hingga hari kiamat.[8]

4. Maksud dari “orang-orang yang mengikutimu” secara keseluruhan adalah umat nabi Isa as dan umat Islam; dan ayat di atas ingin memberi tahu kepada kita bahwa umat Yahudi akan hina hingga hari kiamat.[9]

Pertanyaan lain, apakah umat Islam termasuk orang-orang yang mengkafiri nabi Isa as?

Kafir di ayat ini berarti orang yang mengingkari.[10] Jelas umat Islam tak hanya tidak mengingkari nabi Isa as, bahkan mereka menyebutnya sebagai nabi besar dan salah satu dari para nabi Ulul Azmi. Allah swt berfirman: “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi…” (QS. Maryam [19]:30)

Orang-orang kafir itu adalah kaum Yahudi, yang telah mengingkari nabi Isa as dan bahkan berusaha membunuhnya. Jadi kekafiran itu tidak mencakup umat Islam.

Di akhir pembahasan, perlu kami ingatkan bahwa jika kita ragu-ragu di antara dua jalan dalam mencari kebenaran, yang mana jalan yang satu memang benar namun kelihatannya kita akan kalah (secara materi), dan jalan kedua adalah batil namun kelihatannya kita akan menang, seharusnya kita tetap memilih jalan pertama; sebagaimana yang telah dilakukan oleh Imam Husain as. Jika kebenaran Islam bagi kita sangatlah jelas namun kita memilih agama Kristen hanya karena menginginkan keunggulan (yang kita kira itu), pilihan tersebut tidak masuk akal dan tak sesuai dengan kandungan ayat 120 surah Al-Baqarah. [islamquest]

 

 


[1] Terjemahan Ayatullah Makarim Syirazi

[2] Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma’ul Bayan fi Tafsiril Qur’an, jil. 4, hal 94, penerbit Farahani, Tehran, cet. pertama, 1360 H.S.

[3] Muhammad Husain Thabathabai, Tafsir Al-Mizan, Musawi Hamadani, Sayid Muhammad Baqir, jil. 3, hal. 326 dan 327.

[4] Ibid.

[5] Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma’ul Bayan fi Tafsiril Qur’an, jil. 4, hal 94, penerbit Farahani, Tehran, cet. pertama, 1360 H.S.

[6] Muhammad Husain Thabathabai, Tafsir Al-Mizan, Musawi Hamadani, Sayid Muhammad Baqir, jil. 3, hal. 330.

[7] Ayatullah Nashir Makarim Syirazi, Tafsir Nemune, jil. 2, hal. 570, percetakan Darul Kutub Islamiah, Tehran, 1374 H.S.

[8] Thabrasi, Fadhl bin Hasan, Majma’ul Bayan fi Tafsiril Qur’an, jil. 4, hal 94.

[9] Husain Thabathabai, Tafsir Al-Mizan, Musawi Hamadani, Sayid Muhammad Baqir, jil. 3, hal. 330.

[10] Farahidi Khalil bin Ahmad, Kitab Al-’Ain, jil. 5, hal. 356.

One response to “KENAPA TIDAK BERAGAMA KRISTIAN?

  1. Perlu diingat bahwa alquran tidak menyebutkan kata ‘keristen’ yang ada adalah nasrani. Saya belum tau dari mana pengambilan nama trsbut. Dan yang menjadi perhatian kita adalah konsep isa dalam islam contrast dengan konsep isa dalam keristen. Islam memuliakan isa sebagai hamba sekaligus rasul Allah..yang menyeru manusia untuk menyembah Allah. dan yang memberitahukan umatnya kala itu akan kedatangan rasul terakhir yang bernama Ahmad(nabi muhammad saw). Sedangkan umat keristen memandang Isa sebagai anak allah.. Dan ini ditentang dalam Islam. Logika, kebenaran wahyu, dan naluri tentu harus dimainkan untuk menilai kebenaran suatu agama.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s