PALESTINA DAN PARA PEMIMPIN WAHABI!

Penderitaan Bangsa Palestina adalah penderitaan kita. Disana terjadi perampokan terbesar yang tidak ada bandingannya dalam sejarah. Bukanlah harta benda yang dirampok melainkan bumi Palestina, bumi Isra` mi’raj  Nabi Muhammad saw, bumi Masjidil Aqsha, Qiblat pertama Umat Islam.

Penjajahan Zionis atas Palestina,  ditempuh dengan cara merampas, membantai, mengusir dan memboikot makanan dan obat-obatan, baik darat, laut maupun udara.

Palestina dalam Pandangan Imam Khomeini

Imam Khomeini dan Palestina

Tak diragukan, Imam Khomeinilah yang merupakan poros-penggerak dari Revolusi Islam yang meletus di Iran pada tahun 1979. Sebuah revolusi yang memiliki keunggulan yang tak dimiliki oleh revolusi-revolusi besar lainnya di dunia. Di antara nilai keunggulan dimaksud adalah universalitas nilai-nilai yang diperjuangkannya. Tentu, ini terjadi karena hanya revolusi ini sajalah yang bercirikan (dan secara berani mengatasnamakan) Islam, sementara Islam adalah satu-satunya agama yang mengangkat nilai-nilai universal umat manusia. Karenanya, kalau diperhatikan, Revolusi Islam Iran bukan hanya mengangkat nilai-nilai maknawi (spiritual) atau prinsip-hidup yang harus dibangun oleh masyarakat muslim, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, semacam kemerdekaan dan keadilan.

Karena itu pula, tidaklah aneh jika jauh-jauh hari sebelumnya, saat semua muslimin dan masyarakat dunia bungkam atas kejahatan kaum Zionis (Israel), Imam Khomeini telah menyatakan bahwa Revolusi Islam Iran adalah batu-lompatan untuk membebaskan al-Aqsha (Palestina). Dan ketika revolusi Iran mencapai puncak kemenangannya, beliau lantas mengumumkan Hari Solidaritas Internasional untuk al-Quds (al-Aqsha) pada setiap hari Jumat terakhir di Bulan Ramadhan, dengan cara melakukan demonstrasi dan mengumandangkan dukungan bagi bangsa Palestina yang tertindas.

Dalam pesan pertamanya pada Hari al-Quds (7 Agustus 1979), beliau menyatakan, “Hari al-Quds (Palestina) adalah hari internasional. Ini adalah hari yang terpusat hanya untuk al-Quds. Ini adalah hari bagi kaum lemah dan tertindas untuk melawan dan menghancurkan kekuatan-kekuatan arogan. Hari bagi bangsa-bangsa yang menderita di bawah penindasan Amerika dan kekuatan-kekuatan lainnya untuk melawan para adikuasa…”

Bahkan ulama yang rendah hati tapi pemberani ini menyatakan, “Hari al-Quds adalah hari Islam dan hari bagi pergerakan-menyeluruh Islam. Saya berharap bahwa peristiwa ini akan menjadi perintis jalan menuju terciptanya sebuah partai bagi kaum tertindas di seluruh dunia, yang akan menggunakan nama ‘Partai Kaum Tertindas’. Saya berharap seluruh kaum tertindas akan bergabung dalam partai ini untuk menyingkirkan rintangan-rintangan yang berada di jalan mereka, dan mereka akan bangkit melawan para penindas dan perampas dari Timur dan Barat, serta tidak lagi mengizinkan para penindas untuk menindas kaum lemah di muka bumi. Mereka akan merealisasikan pernyataan Islam, janji Islam, yaitu bahwa kaum lemah akan menguasai para penindas dan akan mewarisi bumi. Hingga saat ini, kaum tertindas telah terpecah, sementara tidak satu pun persoalan yang dapat diselesaikan dengan perpecahan. Sekarang, sebuah contoh persatuan di antara kaum tertindas telah terwujud di tanah-tanah kaum Muslimin, dan ini harus diwujudkan lebih luas lagi di antara seluruh lapisan umat manusia di sepanjang sejarah, di bawah nama ‘Partai Kaum Tertindas’, yang sama dengan ‘Partai Allah (Hizbullah)’. Dan adalah kehendak Allah Swt bahwa kaum tertindas harus mewarisi bumi.”

Lebih lanjut, pemimpin yang dicintai umatnya ini menyeru, “Kami mengundang seluruh kaum tertindas di dunia untuk bergabung dalam Partai Kaum Tertindas dan memecahkan permasalahan mereka bersama, dengan kebulatan tekat dan kehendak bersama; dan melalui partai ini, menyingkirkan setiap masalah yang muncul di mana pun di dunia ini dan di setiap bangsa.”

Tentu saja, adalah kewajiban kita semua sebagai kaum Muslimin dan umat dari Rasul yang Mulia saw serta bagian dari masyarakat dunia untuk bergandeng-tangan dan bahu-membahu melawan kelompok penjahat yang hendak menantang umat manusia dan nilai kemanusiaannya. Komplotan yang selama kehadiran mereka di bumi Palestina telah menodai sejarah umat manusia dengan kejahatan dan darah! Gerombolan yang dengan angkuh dan sombong telah menginjak-injak harkat dan martabat kita sebagai manusia serta sebagai umat beradab, dengan mempertontonkan tingkah-laku keji di pelupuk-mata anak cucu Adam!

Kita sebagai umat beragama dan kita sebagai bangsa yang besar, Bangsa Indonesia, yang mencintai kemerdekaan dan selalu berjuang untuk meraih kemerdekaan, mesti mengungkapkan kemarahan dan kebencian kita kepada tindakan menjijikkan dari mereka yang menamakan diri sebagai kaum pilihan Tuhan itu: kaum Zionis! Pantaskah mereka mengaku sebagai umat pilihan Tuhan, bahkan mengaku sebagai bagian dari umat manusia sedunia, saat mereka bertindak rasis dan anti-kemanusiaan? Sampai kapankah kita mesti bungkam dan berdiam diri dalam menghadapi tindakan biadab dan memalukan serta terus-menerus dilakukan itu? Bukankah kita punya hati, akal, tangan, telinga, mata, bahkan mulut untuk menunjukkan kemarahan kita?

Benar, semua komponen bangsa harus bersatu dan satu-suara dalam menghadapi mereka. Mari kita bergabung bersama dan melawan!

Tags:

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s