Benarkah Imam Hassan al Askari tidak mempunyai zuriat?

Betulkah Imam Hasan Al-‘Askary tidak melahirkan anak?
Jalaluddin Rakhmat

Di antara tuduhan terhadap Syiah, yang banyak disebutkan dalam kitab-kitab yang menyerang Syiah ialah anggapan bahwa Imam Hasan Al-Askary a.s tidak mempunyai keturunan. Dalam dongeng yang lebih dramatis dikatakan bahwa Syiah 12 Imam kebingungan karena mereka hanya punya Imam 11 orang saja.

Ahmad al-Katib menulis dalam “seruan persatuannya”- Al-Bayan al-Sy’I al-Jadid:
ومن هنا: لا نعتقد بوجود “إمام ثاني عشر” غائب اسمه (محمد بن الحسن العسكري) وعمره اليوم أكثر من ألف ومائة وخمسين عاما، لأن هذا قول وهمي لم يقم عليه دليل شرعي أو تاريخي. وإنما هو أمر افترضه فريق من الإماميين الذين وصلوا إلى طريق مسدود بوفاة العسكري دون ولد.

Dari sini kami tidak mepercayai Imam yang kedua belas yang gaib, yang namanya Muhammad bin Al-Hasan al-Askary. Umurnya sekarang ini lebih dari 1150 tahun. Ucapan ini waham saja karena tidak tegak dalil syar’I maupun tarikhi. Ini hanyalah perkara yang dipaksakan oleh sebagian dari Imamiyah yang sampai kepada jalan buntu dengan wafatnya Al-Askari tanpa meninggalkan anak.

Kita tidak keberatan kalau orang memilih untuk tidak percaya kepada adanya Imam yang keduabelas. Tetapi kita tidak mengerti kalau penolakan itu didasarkan pada tidak adanya pengetahuan Ahmad al-Katib–baik dari syariat maupun tarikh- tentang Imam keduabelas. Lebih membingungkan lagi karena ketidaktahuannya, Al-Katib menuduh kepercayaan kepada Imam Ke-12 itu sebagai “qawl wahmi”. Marilah kita lihat siapa yang sebetulnya yang mempunyai “qawl wahmi” itu.

Pertama: Dalil Syar’i
Dalam hadis-hadis berikut ini, yang tentang keshahihannya muttafaqun ‘alayh, disebutkan tentang dua belas khalifah atau dua belas amir, yang akan terus-menerus menegakkan agama.
• Dari Jabir bin Samurah: Beliau bersabda, “Akan ada dua belas amir. Kemudian ia mengatakan kata yang tidak aku dengar. Kata ayahku: Sesungguhnya ia berkata: Semuanya dari Quraisy (Shahih al-Bukhari 8:127)

• Dari Jabir bin Samurah. Ia berkata: Aku bersama bapakku menemui Nabi saw. Maka kami mendengar beliau bersabda: Sesungguhnya urusan agama ini tidak akan terhenti sampai terjadi di tengah-tengah mereka dua belas khalifah. Ia berkata: Kemudian ia berbicara dengan perkataan yang sangat perlahan bagiku. Aku bertanya kepada bapakku: Apa yang beliau katakan. Beliau bersabda: Semuanya dari Quraisy (Shahih Muslim 6:3)

• Dari Masruq: Kami sedang duduk bersama Abdullah bin Mas’ud. Ia membacakan Al-Quran pada kami. Seorang lelaki bertanya kepadanya: Ya Aba Abdirrahman, apakah engkau pernah bertanya kepada Rasulullah saw berapa khalifah yang dipunyai umat ini? Berkata Abdullah bin Mas’ud: Belum pernah ada orang yang bertanya padaku sebelum kamu tentang hal itu sejak aku datang ke Iraq. Benar, aku pernah bertanya kepada Rasulullah saw dan ia bersabda: Dua belas orang sebanyak para ketua (nuqaba) Bani Israil (Musnad Ahmad 1:398, 406; lihat juga Musnad Abi Ya’la 8:444, 9:222; Al-Thabrani, Mu’jam al-Kabir 10:158; kata Ahmad Muhammad Syakir “Isnaduhu shahih” dalam tahqiqnya pada Musnad Ahmad; Al-Suyuthi dalam Tarikh al-Khulafa 15 menghasankan hadis ini).

Jelas bahwa imam, khalifah atau amir yang kedua belas itu sudah disebutkan oleh Nabi saw. Janganlah menolak hadis ini dengan alasan Anda tidak tahu. Pemikir “modern” mungkin akan berkata, “Hadis tentang 12 khalifah itu benar tapi orang Syiah salah menggunakannya. Penukilanya benar, tetapi penyematanya yang salah.” Penyematan yang benarnya bagaimana?

Kedua: Dalil Tarikhi
• Ibn Al-Atsir dalam Al-Kamil fi al-Tarikh 7:274, tentang kejadian tahun 260: “Pada tahun ini wafat Abu Muhammad al-Alawi, salah seorang dari Dua Belas Imam menurut mazhab Imamiyah. Dia itu ayah Muhammad yang mereka yakini sebagai Al-Muntazhar”
• Abu Khalqan, dalam Wafiyat al-A’yan 4:176, 562, menulis, “Abul Qasim Muhammad bin Al-Hasan al-Askary bin Ali Al-Hadi bin Muhammad al-Jawad yang telah disebut di atas adalah Imam kedua belas dari kelompok Itsna Asyariyah, terkenal sebagai Al-Hujjah. Ia dilahirkan pada hari Jumat pertengahan Sya’ban tahun 255”
• Al-Dzahabi dalam Siyar A’lam al-Nubala 13:119, tarjamah no 60: “Al-Muntazhar al-Syarif Abul Qasim Muhammad bin Al-Hasan al-Askari bin Ali Al-Hadi bin Muhammad al-Jawad bin Ali al-Ridho bin Musa al-Kazhim bin Ja’far al-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zain al-‘Abidin bin al-Husayn bin al-Imam Ali bin Abi Thalib, Al-‘Alawi al-Husayni, Penutup dari dua belas Imam seorang Sayyid” Dalam Tarikh al-Islam, Al-Dzahabi menulis, “ Adapun putra Al-Hasan al-Askari yang bernama Muhammad, yang dipanggil oleh Rafidhah sebagai Al-Qaim al-Khalaf al-Hujjah dilahirkan pada tahun 258. Ada yang mengatakan lahir pada tahun 256”

Ada perbedaan pendapat tentang tanggal kelahirannya; tetapi semua ahli tarikh menyatakan bahwa Imam keduabelas telah lahir. For your information, kitab-kitab tarik yang saya kutip ditulis oleh ulama Ahlus Sunnah.

Dalam psikiatri, waham itu bisa positif -menganggap ada yang tidak ada atau negatif mempercayai tidak adanya yang ada. Untuk menjadi delusi, salah satu ciri kegilaan, kepercayaan itu diyakini terus menerus walaupun bukti-bukti menolak kepercayaan itu (incorrigibility). Jadi manakah sebetulnya yang menderita waham?

One response to “Benarkah Imam Hassan al Askari tidak mempunyai zuriat?

  1. Allahumma shalli alaa Muhammad wa Aali Muhammad wa ajjil faroja Aali Muhammad…

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s