Bagaimana Fenomena yang Belum Terjadi Dapat Diketahui oleh Tuhan?

Dalam kajian teologi tentang masalah ilmu Tuhan, Anda berkata: “Tuhan mengetahui segala sesuatu, baik yang akan datang, yang telah berlalu maupun masa sekarang dalam bentuk yang sama. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari ilmu Tuhan dan ilmu-Nya terhadap semua fenomena berupa ilmu hudhuri. Artinya semua fenomena hadir di hadapanNya serta tidak ada hijab dan penghalang antara Tuhan dengan semua fenomena baik yang akan datang, yang sudah berlalu maupun masa sekarang.”

Pernyataan ini bisa diterima ketika berhubungan dengan fenomena-fenomena masa sekarang dan masa lalu, akan tetapi fenomena yang berhubungan dengan masa yang akan datang sepertinya terjadi kerancuan; karena sesuatu yang belum terjadi dan belum terwujud bagaimana mungkin bisa hadir di sisi Tuhan ?

Jawab:

Kunci penyelesaian kerancuan ini dan kerancuan-kerancuan yang serupa sudah dijelaskan pada kajian teologi. Masa lalu, masa yang akan datang dan masa sekarang merupakan satu konsep buatan pikir dan keterbatasan wujud manusia. Karena, wujud kita baik dari segi ‘waktu’ atau dari segi ‘ruang’ merupakan wujud yang terbatas. Artinya, kita berada pada titik tertentu dari ruang dan waktu. Ketebatasan wujud kita dari sisi ruang, menghasilkan konsep-konsep ‘dekat dan jauh’ bagi kita. Jika seandainya wujud kita mencakup atau memenuhi seluruh alam, apakah akan berarti konsep jauh dan dekat bagi kita?

Begitu juga keterbatasan kita dari segi waktu, dengan tergambarkannya konsep masal lalu, masa yang akan datang serta masa sekarang pada benak kita. “Masa sekarang” adalah waktu sebelum kita sekarang dimanapun wujud kita berada.

Oleh karenanya, “masa lalu” menurut kita, bagi orang yang hidup satu abad sebelum kita adalah “masa sekarang” dan bagi orang yang hidup dua abad sebelum kita adalah “masa akan datang.”

Untuk wujud ‘tidak terbatas’ yang ada pada setiap ruang dan waktu, konsep-konsep seperti ini tidaklah berarti. Baginya masa yang akan datang dan masa yang lalu adalah masa sekarang dan baginya semua itu hadir disisinya dalam bentuk yang sama.

Contoh: Seseorang yang dari semenjak kecilnya ia selalu melihat sekelompok unta dari dalam kamarnya dan setiap ia melihat tidak terjadi penambahan satupun bagi unta-unta tersebut. Masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang sudah tergambar dalam otaknya gambaran untuk sekelompok unta tersebut ( karena ruang pandangnya yang terbatas ). Akan tetapi orang yang melihatnya dari luar kamar dan melihat unta-unta tersebut secara sempurna, ia melihat semua sekaligus dalam keadaan bergerak. Dengan kata lain, bagi wujud yang berada di atas ruang dan waktu, semua fenomena berada pada tempatnya sendiri-sendiri, hadir di sisinya.

Ucapan kita tentang bahwa, fenomena-fenomena masa yang akan datang pada jaman sekarang tidak/belum terwujud, adalah benar. Karena, ‘al-an’  menunjukan masa sekarang dimana kita hidup, akan tetapi ini bukanlah alasan bahwa masa yang akan datang tidak (akan) ada walau pada tempat/kondisinya. Akan tetapi setiap wujud ada pada tempat/kondisinya sendiri-sendiri dan tidak mungkin kita menghapusnya dari lembaran wujud. Kita bisa mengatakan bahwa besoknya hari ini adalah tidak ada  akan tetapi tidak bisa mengatakan bahwa ia sama sekali tidak ada. (Perhatikan baik-baik!) [Sumber: http://www.wisdoms4all.com]

2 responses to “Bagaimana Fenomena yang Belum Terjadi Dapat Diketahui oleh Tuhan?

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s